Jangan Dibiarkan! Ini Cara Tepat Mengatasi Tantrum pada Anak

Bunda,meski merupakan hal yang wajar, tapi tantrum pada anak tidak boleh dibiasakan terus menerus, lho. Yuk, simak info berikut ini untuk mengetahui bagaimana Bunda bisa menghadapi dan mengatasinya dengan lebih mudah dan efektif.

tantrum pada anak
Meski Wajar, Tantrum Tak Boleh Dibiarkan Begitu Saja

Apa Itu Tantrum pada Anak?

Sebelum bisa memahami cara mengatasinya, Bunda perlu memahami apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan tantrum? Tantrum adalah ledakan emosi di mana Si Kecil akan sulit untuk tetap diam dan jika memiliki tujuan tertentu, maka kemungkinan ia tak akan tenang sampai tujuannya terpenuhi. Meski merupakan sebuah perilaku umum yang terjadi pada anak-anak, namun biasanya frekuensi dan durasinya akan berkurang ketika Si Kecil tumbuh semakin dewasa

Apa Penyebab Tantrum?

Tantrum pada anak terjadi karena Si Kecil mengalami kondisi yang tidak nyaman, namun ia tak bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata sehingga ia mengekspresikannya lewat emosi kemarahan yang tak terkontrol . Ungkapan perasaaan sebagai hasil dari kondisi yang tak nyaman ini bermacam-macam, mulai dari diam, menangis, marah, menjerit, ngambek, sampai melakukan tindakan fisik seperti memukul orang-orang di sekitarnya atau menghentakkan kaki ke tanah.

Tantrum Adalah Hal yang Wajar

Saat memasuki usia balita, khususnya di usia 1-3 tahun, Si Kecil belum bisa mengekspresikan keinginan serta rasa frustasi atau kesal dengan kata-kata yang baik sehingga ia akan meluapkan rasa-rasa tersebut dengan cara marah, menangis, menjerit, dll.  Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Potegal dan Davidson, setelah usia 3 tahun maka tantrum akan berkurang frekuensinya karena di usia ini Si Kecil sudah bisa mengekspresikan keinginannya dengan lebih baik.

Meski wajar terjadi, Bunda dan Ayah sebagai orang tua tentu harus mengetahui bagaimana cara menyikapi dan menghadapai fase tantrum Si Kecil.  Jika tidak bisa mengatasi dengan baik, fase ini bisa saja terus berlanjut hingga ia dewasa atau intensitasnya berkembang menjadi parah.

Jenis-Jenis Tantrum

Bunda dan Ayah mungkin menganggap marah, menangis dan mengamuk adalah tanda-tanda umum tantrum. Padahal sebenarnya belum tentu, lho. Bahkan ada anak yang tidak mengamuk atau marah meski ia sedang mengalami ledakan emosi. Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

  • Tantrum Manipulatif

Salah satu jenis tantrum pada anak adalah tantrum manipulatif. Hal ini dilakukan anak untuk memanipulasi keadaan dan orang-orang di sekitarnya untuk mencapai sebuah tujuan yang ia inginkan. Misalnya Si Kecil berpura-pura jadi anak baik, atau malah meniru perilaku orang-orang yang menyebalkan untuk menarik perhatian Bunda. Jadi tindakan yang ia lakukan dianggap Si Kecil sebagai “senjata” untuk bisa mendapatkan apa yang ia mau.

  • Tantrum Akibat Stres

Jenis yang kedua adalah tantrum akibat stress. Jika lingkungan atau kondisi di sekitarnya membuat anak mengalami perasaan tertekan, maka anak bisa jadi stress kemudian emosinya meledak. Saat mengalaminya, Si Kecil jadi mengamuk atau diam yang berkepanjangan karena emosinya tidak terkontrol.

  • Tantrum Putus Asa

Jenis ketiga adalah tantrum putus asa. Biasanya Si Kecil malah cenderung diam dan tidak semangat melakukan berbagai kegiatan. Salah satu penyebabnya adalah rasa takut atau tidak nyaman yang tinggi, namun Si Kecil tidak dapat mengekspresikan rasa takut atau keinginannya akan sesuatu.  Si Kecil yang merasa putus asa pun akan memilih untuk diam, jadi tidak bersemangat, atau menangis terus menerus.

anak tantrum
Siasati Agar Emosi Anak Lebih Terkendali Saat Ia Dewasa

 

Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Ketika tantrum dialami Si Kecil, banyak orang tua yang kebingungan, panik, atau malah terbawa emosi saat menghadapinya. Padahal ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasinya.

  • Cari Tahu Penyebabnya

Untuk bisa mengatasi suatu hal, langkah paling pertama tentu mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, Bunda jadi bisa lebih mudah mengatasinya.

Mencari tahu penyebab tantrum pada anak bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya bertanya pada Si Kecil yang belum fasih berbicara “Sayang, kamu lapar? Ngantuk? Mau makan?”.

Bertanya tentu sulit dilakukan jika Si Kecil terlanjur menangis keras, untuk itu Bunda harus pintar-pintar membaca kondisi hati Si Kecil. Jika ada kegiatan yang sering membuat Si Kecil kesal, misalnya telat makan,segera tanyakan kondisi hatinya sebelum ia menjadi kesal atau emosi.

  • Ciptakan Ikatan Kuat dengan Anak

Tantrum pada anak yang tak dekat dengan orang tua, akan lebih sulit dikendalikan. Bangunlah kedekatan antara Si Kecil dengan orang tua. Anak yang lebih dekat dengan kedua orang tuanya, biasanya lebih mudah ditenangkan. Untuk membangun ikatan yang kuat,

Bunda bisa sering-sering mengajak Si Kecil berbicara atau melakukan kegiatan menyenangkan bersama. Bunda juga bisa memberikan pelukan hangat atau ciuman sayang untuk membangun ikatan dengan Si Kecil.

Saat Si Kecil kesal, tunjukkan bahwa Bunda peduli dan memahami perasaannya. Berikan ia kata-kata yang menenangkan dan positif, misalnya “Kakak kesal karena sudah lapar ya? Bersabar sebentar lagi ya, makanannya sebentar lagi bisa dimakan, lho.” Dengan membangun ikatan seperti ini, Bunda lebih mudah mencari tahu akar masalah yang terjadi pada Si Kecil sehingga dapat mengendalikannya dengan lebih baik.

  • Berikan Anak Ruang & Pastikan Anak Aman

Awasi Si Kecil baik-baik, berikan ia ruang dan kesempatan untuk meluapkan emosinya tapi tetap pastikan anak aman. Jika ia mulai melakukan reaksi yang bisa membahayakan dirinya atau orang lain seperti memukul-mukulkan tangannya ke dinding atau melempar-lempar barang ke arah orang lain, segera bawa Si Kecil ke tempat yang sepi. Biarkan ia tenang sebelum Bunda bertanya kenapa Si Kecil merasa kesal.

  • Sabar dan Tenang

Tantrum yang terjadi di ruang publik bisa jadi membuat Bunda dan Ayah panik atau malu. Saat ini terjadi, jangan pernah memukul atau mencubit Si Kecil karena ini malah hanya membuatnya semakin tak nyaman.  Bunda sebaiknya juga tidak membalas teriakan Si Kecil atau memaksanya untuk menghentikan ekspresi marahnya.

Hindari juga langsung menuruti atau langsung menolak apa pun yang anak inginkan. Ini untuk melatih Si Kecil lebih sabar dan juga memberi waktu agar Bunda bisa menenangkan diri. Usahakan Bunda tetap tenang dan tak terbawa emosi agar bisa berpikir jernih.

  • Alihkan Perhatian Anak

Saat Si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda kesal, marah, atau frustasi, Bunda bisa mengalihkan perhatiannya kepada hal lain yang Si Kecil sukai. Anak-anak pada dasarnya mudah lupa akan sesuatu dan tertarik pada hal-hal yang baru.

Manfaatkan hal ini untuk mengatasi tantrumnya. Misalnya anak mendadak kesal ketika Bunda menyuruhnya mandi, maka Bunda bisa mengajak Si Kecil mandi dengan Cussons Kids Naura Limited Edition Series yang membuat waktu mandi jadi lebih menyenangkan.  Sambil bermain busa sabun saat mandi, Cussons Kids Naura Limited Edition Series dengan minyak Jojoba dan vitamin E akan membersihkan dan menjaga kulit anak tetap halus dan segar sehingga setelah mandi Si Kecil bisa kembali beraktivitas sesuka hati.

  • Antisipasi Momen-Momen Tantrum Pada Anak

Di awal-awal mungkin Bunda panik atau bingung saat Si Kecil tantrum. Namun setelah beberapa kali, Bunda tentu sudah hapal momen-momen apa sih, yang bisa memicunya terjadi. Misalnya saja, Si Kecil tak suka saat disuruh tidur cepat atau saat disuruh makan padahal ia tidak lapar. Kenali keinginan dan kebutuhan Si Kecil, kemudian sebisa mungkin sesuaikan kegiatannya dengan hal tersebut untuk mencegah Si Kecil merasa kesal dan frustasi.

  • Disiplinkan Anak Saat Dibutuhkan

Agar tidak menjadi kebiasaan buruk Si Kecil di masa depan, Bunda perlu mengajarkan disiplin pada anak. Jika tindakan Si Kecil mulai sangat mengganggu, misalnya melempar barang ke orang lain, segera berikan time out untuk Si Kecil. Misalnya ia harus masuk kamar dan tak boleh keluar, atau tidak boleh lagi menonton kartun kesukaannya sampai Si Kecil tenang.

Jika anak berhasil tenang, berikan pengakuan atas keberhasilannya. Setelah itu jelaskan baik-baik bahwa apa yang ia perbuat sebelumnya adalah perilaku yang tidak baik.

 

Tak perlu panik dan juga emosi, setelah memahami tantrum pada anak dengan baik Bunda bisa memilih cara yang paling tepat untuk mengatasinya. Dengan mengetahui seluk beluk tantrum, Bunda tentu jadi bisa mengatasinya dengan efektif. Apalagi dengan adanya dukungan dan ikatan erat dengan keluarga, maka masalah ini akan lebih mudah diatasi.

 

 

Leave a Reply

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *