tanggung jawab anak

13 Cara Mengajarkan Tanggung Jawab Pada Anak

Tanggung jawab merupakan salah satu hal yang harus dipelajari oleh anak-anak. Dengan membantu menumbuhkan sikap tanggung jawab anak, Bunda juga menggali potensi penuh dari diri Si Kecil. Memiliki rasa tanggung jawab menjadi kunci kesuksesannya hingga ia besar nanti. 

Ketika mengajarkan Si Kecil tentang tanggung jawab, Bunda harus memberikan contoh yang mudah dimengerti. Secara umum, tanggung jawab adalah melaksanakan suatu hal yang wajib untuk dilakukan. Pengertian tanggung jawab sendiri memiliki beberapa definisi. Jika dijabarkan, tanggung jawab meliputi hal-hal berikut:

  • Dapat diandalkan
  • Menepati kata-katanya
  • Melakukan yang terbaik dalam setiap kesempatan
  • Berani mengakui kesalahan
  • Membantu keluarga, teman-teman, dan lingkungan sekitar

Tanggung jawab juga melibatkan kepercayaan, mampu membuat keputusan, serta tidak mengakui sesuatu yang bukan haknya. Bertanggung jawab tidak hanya bagaimana pilihan yang dibuat Si Kecil memengaruhi hidupnya, tapi juga bagaimana itu berdampak ke orang lain. Dengan memiliki rasa tanggung jawab, anak akan merasa dibutuhkan. Ia juga bangga karena telah berkontribusi membantu anggota keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Anak

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memiliki sikap tanggung jawab dapat menjadi salah satu penentu kesuksesan anak di masa depan. Sayangnya, menumbuhkan rasa tanggung jawab anak tidak dapat dilakukan dalam semalam. Si Kecil perlu beberapa waktu untuk menyerap kebiasaan tersebut. Bahkan, bisa bertahun-tahun.

Sebagai orang tua, Bunda dapat membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab anak melalui kegiatan sehari-hari. Bisa dimulai dengan hal-hal sederhana. Berikut 13 cara yang bisa dilakukan untuk menanamkan sikap tanggung jawab kepada Si Kecil:

1. Mengajarkan Tanggung Jawab sedari dini

Bunda tidak bisa mengharapkan tanggung jawab anak jika belum pernah mengajarinya. Menanamkan sikap tanggung jawab kepada anak bisa dimulai sedini mungkin. Ini karena tanggung jawab merupakan salah satu kebiasaan yang harus dipupuk dari kecil. Bahkan, dimulai saat anak masih balita.

Saat Si Kecil memasuki usia tiga tahun, Bunda bisa memberikan tugas simpel seperti mencuci buah apel sebelum dimakan. Makin cepat mengajarkan anak tentang tanggung jawab, maka makin cepat pula ia mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Arahkan Si Kecil

Penting bagi orang tua untuk mengarahkan kemampuan anak dalam menjalankan tanggung jawab. Sebagai contoh, Bunda bisa memberikan tugas menyiram tanaman kepada Si Kecil yang berusia lima tahun. Pertama-tama, tunjukkan cara menyiram tanaman. Selanjutnya, jelaskan mengapa tumbuhan perlu disiram setiap hari. Anak-anak senang melakukan tugas dari orang tuanya. Hal tersebut membuat Si Kecil merasa dibutuhkan. Ia pun terdorong untuk lebih bertanggung jawab lagi ke depannya.

Baca Juga: Anak Mandiri – Cara Mengajari Anak Sejak Dini

3. Jelaskan tentang tanggung jawab

Para psikolog kerap merekomendasikan para orang tua untuk menggunakan kata ‘tanggung jawab’ di depan Si Kecil. Anak-anak yang mendengarkan dan belajar mengidentifikasi kata ini sejak kecil akan lebih mudah menerapkannya. Ketika Bunda memberikan tugas kepada Si Kecil, pastikan ia memahami bahwa itu adalah bagian dari tanggung jawab.

Bunda juga dapat membacakan buku yang ceritanya mengandung nilai-nilai tanggung jawab kepada Si Kecil. Cara ini membantu anak untuk dapat lebih memahami makna tanggung jawab.

melatih anak
Biarkan Si Kecil membantu pekerjaan rumah, bisa dengan hal sederhana seperti mencuci buah atau sayur.

4. Libatkan Si Kecil dalam pekerjaan rumah

Biarkan Si Kecil membantu pekerjaan rumah. Anak-anak biasanya tidak menganggap tugas-tugas tersebut sebagai beban. Si Kecil akan membuat pekerjaan lebih lama selesai, tapi ini akan mengajarkannya tentang tanggung jawab. Ajak Si Kecil melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana di rumah seperti mencuci buah atau sayuran, mengelap meja makan, atau merapikan tempat tidur. Berbagi tugas ini juga bisa menjadi cara untuk menghabiskan waktu bersama Si Kecil.

5. Dorong anak untuk bertanggung jawab kepada saudaranya

Jika Si Kecil memiliki kakak atau adik, ajarkan ia untuk membantu saudara kandungnya. Bisa dengan berbagi tugas di rumah atau saling menjaga satu sama lain. Selain mengajarkan tanggung jawab, ini juga dapat mempererat hubungan mereka.

6. Ajarkan Si Kecil untuk mengembalikan barang ke tempat semula

Ketika Si Kecil selesai belajar atau bermain, beri tahu ia untuk mengembalikan alat tulis atau mainannya ke tempat semula. Jika anak lupa, Bunda harus selalu mengingatkannya. Dengan begitu, Si Kecil pun tahu bagaimana cara merawat barang-barang yang dimilikinya.

7. Memelihara hewan peliharaan

Memelihara hewan bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab anak. Biarkan Si Kecil memilih hewan apa yang ingin ia pelihara. Bisa ikan, kucing, anjing atau yang lainnya. Apabila sudah memiliki hewan peliharaan, berikan tanggung jawab khusus pada Si Kecil. Misalnya, Bunda dan Si Kecil harus mengajak anjing jalan-jalan setiap hari. Bisa juga dengan meminta anak memberikan makan kepada hewan peliharaan.

memelihara hewan
Memelihara hewan membantu anak belajar tanggung jawab

Sebelum benar-benar memelihara hewan, Bunda juga bisa mengajak Si Kecil memainkan game dari Cussons Kids Play yang dapat diunduh di Google Play melalui link ini.  Terdapat game Amazing Race Through Time with Hot Wheels untuk anak laki – laki, dan Rainbow Castle Adventure untuk anak perempuan.

Melalui Rainbow Castle Adventure, Si Kecil bisa mencoba merawat hewan peliharaan di gadget mereka, lho! Tak boleh ketinggalan, ada game Amazing Race Through Time with Hot Wheels yang juga mengajarkan tanggung jawab kepada Si Kecil, yakni dengan memintanya menyelesaikan misi-misi yang diberikan. Bunda bisa mengajak Si Kecil bermain sambil belajar dengan kedua game tersebut!

8. Terapkan struktur dan rutinitas

Tahukah Bunda bahwa anak-anak juga menyukai struktur? Ini karena struktur dan rutinitas membuat mereka merasa nyaman. Anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan dan kapan menyelesaikannya. Di sisi lain, dengan adanya rutinitas, anak-anak dapat melatih rasa tanggung jawabnya. Bunda bisa membantu menyusun struktur dan rutinitas dengan membuat jadwal belajar atau memberikan tugas dengan tenggat waktu tertentu.

9.    Libatkan anak dalam aktivitas olahraga

Olahraga merupakan kegiatan yang baik untuk mempelajari kerja sama, kompetisi, keberhasilan serta kegagalan. Selain itu, olahraga juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab anak. Olahraga yang dilakukan secara berkelompok mendorong Si Kecil bekerja sama dengan orang lain. Di sisi lain, ia juga terlatih untuk tidak menyalahkan orang lain saat tim kalah. Agar lebih senang saat melakukannya, biarkan Si Kecil memilih sendiri jenis olahraga yang ia sukai.

10. Bantu Si Kecil mengontrol emosinya

Terkadang, sulit untuk mengatur emosi kita. Begitu pula dengan anak-anak. Ajarkan anak-anak untuk menerima emosinya dengan cara yang sehat. Misalnya menyalurkannya ke olahraga, musik, seni, atau kerajinan tangan. Ini dapat membantu Si Kecil menjadi lebih sabar. Ia pun dapat bertanggung jawab untuk mengatur emosinya sendiri.

11. Ajarkan Si Kecil tentang konsekuensi

Anak-anak perlu belajar mengenai konsekuensi atas perilakunya. Mereka perlu tahu bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, baik maupun buruk. Penting bagi Si Kecil untuk memahami konsekuensi sehingga ia dapat lebih bertanggung jawab. Sebagai contoh, jika Si Kecil tidak menyelesaikan tugas atau tidak disiplin, beri tahu ia bahwa akan ada konekuensi atas tindakannya tersebut.

Biarkan Si Kecil belajar dari pilihannya sendiri. Meski begitu, ajarkan anak merefleksikan tindakannya, mencari solusi, dan berusaha agar selalu lebih baik dari sebelumnya. Keterampilan dalam memecahkan masalah merupakan bagian penting dari pengembangan diri Si Kecil agar dia lebih bertanggung jawab atas perilakunya.

Baca Juga:Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak

12. Jadilah contoh yang baik bagi Si Kecil

Cara terbaik bagi anak untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam dirinya adalah dengan melihat contoh nyata dari orang terdekatnya. Dalam hal ini, Bunda berperan besar untuk menjadi contoh yang baik bagi Si Kecil. Dengan mengamati perilaku Bunda, Si Kecil perlahan akan belajar mengenai tanggung jawab. Ia juga akan lebih tanggap terhadap tugas dan kewajiban.

13. Memberikan pujian untuk Si Kecil

Hal yang luar biasa dari anak-anak adalah mereka cenderung memandang pekerjaan rumah sebagai pengalaman baru yang menakjubkan. Selain itu, Si Kecil akan merasa lebiih senang jika Bunda memberikan pujian atas hal baik yang telah dilakukannya. Ucapkan terima kasih dan puji anak jika ia berhasil menyelesaikan tugas atau ketika merapikan mainannya sendiri. Jangan lupa katakan kepada Si Kecil bahwa apa yang ia lakukan merupakan bagian dari tanggung jawab. Dengan begitu, anak akan lebih semangat melakukan tanggung jawabnya.

Itulah 13 cara yang bisa Bunda lakukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak. Kini, setelah mengetahui tips-tips tersebut, Bunda bisa segera menerapkannya di rumah untuk membantu Si Kecil menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Keseimbangan Dalam Mengajarkan Anak Tentang Tanggung Jawab

Para orang tua sering kali bingung dalam membedakan kepatuhan dan tanggung jawab. Banyak orang tua senang jika anaknya langsung melakukan tugas dan mengikuti arahan. Namun, tindakan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari kepatuhan. Anak bisa jadi hanya melakukan apa yang Bunda suruh, tapi tidak memahami tanggung jawabnya.

Di sisi lain, ketika Bunda meminta anak melakukan sesuatu, kemudian ia sadar bahwa itu adalah kewajiban mereka, maka bisa dibilang anak sudah mengerti tanggung jawab. Seiring berjalannya waktu, Si Kecil akan melakukan hal karena memang itu harus dilakukan, bukan karena disuruh. Sikap inilah yang disebut tanggung jawab.

Bunda sebaiknya tidak memaksa Si Kecil untuk melakukan sesuatu persis seperti yang Bunda inginkan dan dengan waktu cepat. Biarkan anak melakukannya dengan caranya sendiri. Itu akan mendorong rasa bangga dalam dirinya dan semakin menumbuhkan rasa tanggung jawab.  

Perlu diperhatikan seberapa jauh Bunda harus terlibat dalam tugas-tugas Si Kecil. Terkadang, karena tidak ingin anak merasa gagal, orang tua kerap membantunya secara berlebihan. Hal ini membuat Si Kecil tidak belajar untuk melakukan tanggung jawabnya sendiri. Meski begitu, ada kalanya anak memang membutuhkan bimbingan dan dukungan agar mereka bisa belajar mengenai tanggung jawab. Di sinilah Bunda sebaiknya menemaninya.

Memutuskan kapan saat yang tepat untuk turun tangan atau memberikan anak ruang untuk melakukannya dengan caranya sendiri akan memengaruhi proses kedewasaannya. Pola asuh yang sehat terjadi ketika anak-anak dibesarkan dalam sebuah rumah yang di dalamnya terdapat cinta tanpa syarat, tapi disertai dengan aturan, batasan, dan konsekuensi yang jelas.

Menanamkan sikap tanggung jawab pada anak membutuhkan proses yang sangat panjang dan dilakukan selama bertahun-tahun. Jangan berhenti untuk memahami perkembangan Si Kecil ya, Bunda. Baik Bunda dan Si Kecil akan sama-sama belajar dalam prosesnya.

Oh iya, saat  menemani Si Kecil belajar tentang tanggung jawab, jangan lupa untuk dampingi ia dengan produk-produk dari Cussons Kids yang beragam ya, Bunda! Mulai dari body wash, 2 in 1 shampoo and conditioner, cologne, pasta gigi dan sikat gigi. Si Kecil yang sedang aktif pasti membutuhkan produk-produk yang membantunya tetap sehat dan segar setiap hari. Produk-produk dari Cussons Kids telah teruji secara dermatologis dan memberikan perlindungan lengkap dengan keharuman yang tahan lama, lho!

 

 

Leave a Reply

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Saatnya bergabung di Dunia Cussons Kids!